No. HP Nandurwit: +62822 3055 2930

Tumpang Sari Kapulaga dengan Sengon

Di daerah Ciamis, Jawa Barat perkebunan Sengon berjarak tanam 2 x 2,5 meter ditumpang sarikan rempah Kapulaga dengan jarak tanam yang sama ditanam di antara jarak tanam sengon. Dalam 1 hektar terdapat 2000 bibit tanaman Kapulaga. Kapulaga dapat ditanam monokultur, namun peningkatan hasil panen justeru didapat bila ditanam dalam naungan yang menghindarkan dari kontak dengan sinar matahari. Sinar matahari merusak daun tanaman kapulaga menjadi keriting, kuning dan berlubang sehingga mengurangi produksi buah kapulaga.

Kapulaga (Amomum cardamomum) jenis Malabar produktif pada umur tanam 16 bulan, lebih baik dibanding Kapulaga jenis Sabrang (asli dari India) yang berbuah pada umur tanam 24 bulan. Panen Perdana Kapulaga sistem polykultur mencapai 1 ton buah kapulaga basah per hektar. Panen kedua, ketiga, keempat dan kelima mencapai 2 ton per hektar, 2,9 ton per hektar, 3,7 ton per hektar, dan 4,5 ton per hektar. Panen Kapulaga tiap 6 – 7 bulan sekali. Pada system monokultur produksinya anjlok 25% di bawah produktivitas Kapulaga system polykultur.

Tanah yang cocok untuk ditanami kapulaga adalah tanah latosol, andosol, alluvial, podsolik merah kuning dan mediteran, yang memiliki humus tebal, berdrainase baik selain itu bertekstur lempung berliat atau lempung berpasir. Kandungan Bahan organik tanah harus tinggi dengan derajat kemasaman atau pH 5,6 – 6,8. Kapulaga dapat tumbuh pada ketinggian 200-1000 m dari permukaan laut. Intensitas cahaya yang baik untuk pertumbuhan kapulaga berkisar 30 70 persen. Kapulaga dapat tumbuh dengan baik pada kelembaban udara 40 – 75%, dengan curah hujan optimal 2.500-4.000 mm per tahun.

Setiap 10 Kg buah Kapulaga basah menghasilkan 1 Kg buah Kapulaga kering. Sedangkan 2,5 Kg buah Kapulaga kering menghasilkan 1 Kg biji Kapulaga kering berkadar air 17%. Proses pengeringan dengan melalui penjemuran di bawah sinar matahari selama 7 – 10 hari. Hasil buah kapulaga dijual ke pasar domestic dengan harga Rp 25,000 per Kg dan pasar ekspor mencapai Rp 45,000 per Kg. Sedangkan harga 1 Kg biji Kapulaga kering di Industri lokal mencapai Rp 135,000 per Kg. Sedangkan harga Minyak atsiri dari penyulingan biji Kapulaga dihargai 1,7 juta per Kg. (data harga tahun 2013)

Permintaan yang besar terhadap buah kapulaga baik di pasar lokal maupun pasar ekspor membuat harga Kapulaga mencapai Rp 70,000 di tahun 2016. Pasar lokal membutuhkan Kapulaga untuk Industri Jamu dan Industri Minuman ringan maupun campuran kopi, ataupun wedang Kapulaga. Di Cina buah Kapulaga kering digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri dan kosmetik. Di Eropa Minyak Kardamon (Kapulaga) diolah menjadi komponen pewangi dalam sabun, deterjen, lotion, parfum, campuran minuman bersoda dan es crim.

Tinggalkan Balasan

BERKUALITAS, BERSAING, BAROKAH
Sekumpulan anak muda yang tertarik dan menggeluti dunia pertanian di derah Probolinggo. Berinovasi mengelola Sengon tumpang sari dengan rempah-rempah. Tidak berhenti disana, kami menganalisa, dan mendalami permasalahan pertanian dari mulai budidaya, penanganan pasca panen, pasar komoditas pertanian dan inspirasi bisnis pertanian sukses melalui tulisan dan video. Mimpi kami, menginspirasi pemuda Indonesia untuk bertani, petani untuk mensuplai komoditas berkualitas ekspor dan memandang pertanian sebagai bisnis yang harus dikelola secara professional.
Berlangganan Nandurwit via Email
Daftarkan emailmu dan dapatkan informasi terbaru dibidang pertanian, baik event, harga bibit terbaik, dll.
LOCATION
 Perum Leces Permai A No. 25 RT. 001 RW. 006
Leces Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Indonesia  +62822 3055 2930

Apabila Ada kendala dalam pembelian, Anda bisa melakukan pembeliannya via WhatsApp dengan 087 750 118 140 Dismiss

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.

Cart