No. HP Nandurwit: +62822 3055 2930

Teknologi Tradisional & Modern dalam Proses Pascapanen Madu

Pemburu madu hutan di banyak daerah melakukan pemanenan madu masih dilakukan secara tradisional. Pemburu madu melakukan kerjanya secara berkelompok dan terdiri dari 3–4 orang. Aktivitas kelompok yaitu melakukan pencarian sarang madu yang siap dipanen. Lebah mengumpulkan madu di sarangnya yang menggantung di dahan/ cabang pohon.

Ciri-ciri madu siap dipanen yaitu

  • Bagian sarang telah tertutup oleh lapisan lilin tipis berwarna putih,
  • ukuran sarang menjadi lebih kecil atau memendek
  • sarang madu terasa lebih berat ketika diangkat
  • dan waktu panen biasanya 1-2 minggu setelah musim bunga.

Pemburu madu melakukan pengasapan agar lebah madu keluar dari sarangnya. Alat yang digunakan untuk pengasapan yaitu bambu yang berisi lilitan daun enau yang dibakar. Sarang lebah diambil dalam kondisi aman dari lebah madu untuk menghindari sengatan lebah. Setelah sarang lebah madu diasapkan dan tidak terdapat dari lebah, pemburu madu memanjat pohon dan mengambil sarang lebah madu. Cara pengambilan sarang sebaiknya menggunakan pisau tajam. Setelah sarang dipanen sebaiknya dihindari terbuka dengan udara karena madu bersifat menyerap uap air (higroskopis).

Madu ini diperoleh dengan merusak sarang lebah melalui proses pengepresan, penekanan secara mekanik maupun pemasakan. Proses pasca panen pengolahan sarang madu secara tradisional ini belum mempertimbangkan aspek kelestarian dan kebersihan. Aspek kelestarian mensyaratkan memanen hanya bagian yang berisi lebah madu saja karena 2 alasan yaitu :

  1. Di Sarang lebah madu terdapat bagian yang berisi telur, larva, dan pupa lebah yang merupakan calon generasi koloni lebah selanjutnya. Bila seluruh sarang lebah dipanen dan dilakukan pressing maka larva lebah di sarang tersebut akan mati.
  2. Kemudian waktu pemanenan sarang lebah. Waktu yang diperlukan lebah untuk membangun sarangnya sampai panen normalnya 8 – 10 tahun. Bila sarang lebah hanya dipanen bagian kepala sarangnya saja, maka waktu yang diperlukan untuk panen hanya 3 – 5 bulan saja.

Kemudian aspek kebersihan dalam proses pascapanen seperti pembersihan sarang lebah, dan pemisahan madu menjadi bagian penting untuk menaikkan nilai jual madu. Contohnya : wadah penampung madu menggunakan jerigen putih yang steril & tertutup rapat, pekerja menggunakan baju pelindung, masker, dan tutup kepala, pengirisan sarang lebah madu menggunakan pisau baja anti karat, dan penirisan dilakukan dengan menggunakan kain saring dari nilon dan corong yang bersih.

Pada metode yang lebih modern, pemisahan madu dari sarang lebah dapat menggunakan mesin ekstraktor sarang lebah madu. Prinsipnya sama yaitu manual dilakukan pembersihan terhadap panen sarang lebah madu. Kemudian sarang dimasukkan kedalam mesin ekstraktor. Prinsip kerja mesin ini yaitu proses sentrifugal untuk memisahkan bagian cair dari sarang lebah madu. Bagian madu cair kemudian mengalir dan siap ditampung dalam sebuah wadah. Madu kemudian melalui proses penyaringan menggunakan kain keju hingga dihasilkan madu yang lebih jernih. Madu yang siap dijual dikemas dalam botol kaca yang tertutup rapat.

Proses pembuatan sarang lebah sampai pemanen sarang lebah umumnya memerlukan waktu 8-10 bulan. Ada salah satu trik untuk mempercepat produksi madu yaitu membuat sarang lebah madu berbahan lilin. Pemburu lebah bisa membuat sarang lebah tiruan yang diolesi cairan gula sebagai cadangan makanan lebah. Selanjutnya lebah hanya perlu menambahkan sedikit lilin agar sarang dapat diisi madu.

Tinggalkan Balasan

BERKUALITAS, BERSAING, BAROKAH
Sekumpulan anak muda yang tertarik dan menggeluti dunia pertanian di derah Probolinggo. Berinovasi mengelola Sengon tumpang sari dengan rempah-rempah. Tidak berhenti disana, kami menganalisa, dan mendalami permasalahan pertanian dari mulai budidaya, penanganan pasca panen, pasar komoditas pertanian dan inspirasi bisnis pertanian sukses melalui tulisan dan video. Mimpi kami, menginspirasi pemuda Indonesia untuk bertani, petani untuk mensuplai komoditas berkualitas ekspor dan memandang pertanian sebagai bisnis yang harus dikelola secara professional.
Berlangganan Nandurwit via Email
Daftarkan emailmu dan dapatkan informasi terbaru dibidang pertanian, baik event, harga bibit terbaik, dll.
LOCATION
 Perum Leces Permai A No. 25 RT. 001 RW. 006
Leces Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Indonesia  +62822 3055 2930

Apabila Ada kendala dalam pembelian, Anda bisa melakukan pembeliannya via WhatsApp dengan 087 750 118 140 Dismiss

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.

Cart