No. HP Nandurwit: +62822 3055 2930

Tantangan Budidaya Lebah Madu dan Perdagangan Madu Asli

Madu merupakan produk alam yang dihasilkan oleh lebah yang mengumpulkan nektar bunga yang ada pada radius sarangnya. Produksi madu sangat terkait dengan keberadaan koloni lebah dan ketersediaan pakan serangga yaitu nektar. Nektar dihasilkan oleh tanaman yang memiliki bunga. Ada jenis tanaman yang berbunga sepanjang tahun namun ada tanaman yang berbunga pada musim tertentu.

Pada keadaan ketersediaan nektar bunga sangat terbatas, peternak lebah memiliki opsi mengalihkan lebah ke daerah perkebunan lain yang sedang musim berbunga atau memberikan pakan larutan glukosa sebagai pakan lebah. Contoh lain di hutan eropa dimana ketersediaan nektar terbatas, lebah hutan mencari pengganti nektar yaitu berupa zat manis lengket berupa sekresi serangga lain yang jatuh di pohon. Jenis madu yang dihasilkan berupa dew honey (madu embun).

Faktor Pendukung Produksi Madu

Wilayah Indonesia terletak pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan diberkahi dengan hutan tropis yang luas. Data kementrian Kehutanan tahun 2010 tercatat luas hutan Indonesia mencapai 136,88 juta ha. Dan Indonesia dianugerahi berbagai macam tanaman, dimana 115 jenis tanaman berpotensi menjadi sumber nektar. Selain itu Indonesia juga memiliki 7 jenis koloni lebah yang termasuk dalam 11 jenis spesies lebah terbaik di dunia, diantaranya :

  1. Apis andreniyormis,
  2. Apis dorsata dorsata,
  3. Apis dorsata binghami,
  4. Apis cerana,
  5. Apis koschevnikovi,
  6. Apis nigrocicta,
  7. Apis mellifera.

Di atas kertas Indonesia memiliki wilayah yang kondusif untuk mensuplai madu sepanjang tahun. Di beberapa daerah pohon inang tersebar hampir di seluruh wilayah dan sudah menjadi sumber penghasil madu hutan antara lain: Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Irian, NTT dan NTB. Namun volume produksi madu hanya 1000 – 1.500 ton per tahun atau 30% dari total kebutuhan madu domestik. 75 % produksi madu domestik dihasilkan dari perburuan madu liar di hutan sedangkan sisanya dari lebah ternak.

Tantangan Budidaya Lebah Madu

Banyak tantangan yang temui oleh peternak lebah sehingga hanya mampu mensuplai 7,5% dari kebutuhan madu nasional. Beberapa tantangan budidaya lebah madu di Indonesia yaitu :

  1. Perubahan waktu berbunga pada beberapa tanaman inang penghasil nektar. Hal ini disebabkan cuaca yang tidak menentu.
  2. Anggapan petani atau pemilik perkebunan terhadap lebah sebagai hama. Hal ini berdampak pada penolakan terhadap beberapa peternak lebah madu. Padahal keberadaan lebah madu sangat membantu proses penyuburan tanaman. Buktinya di Amerika dan Eropa, saat tanaman perkebunan mulai berbunga para pemilik perkebunan buah-buahan sengaja menyewa jasa peternak lebah.
  3. Iklim dan cuaca berpengaruh pada produktivitas lebah madu seperti : suhu (32ºC – 35ºC), kelembaban (70%-80%), curah hujan, ketinggian tempat (0-700 m dpl), Kecepatan angin dan penyinaran matahari.
  4. Lokasi perkebunan dan peternakan lebah madu harus jauh dari ganggungan (bau, asap, dan kebisingan serta penggunaan pestisida). Pada beberapa kasus di Kalimantan dan Sumatera masih terjadi kebakaran hutan yang secara langsung berdampak pada koloni lebah madu.
  5. Beberapa perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, dan kopi lokasinya berjauhan dan waktu berbunganya tidak sepanjang tahun. Peternak lebah kerap pindah dari lokasi perkebunan dan biaya transportasi tersebut cukup besar.

Tantangan Perdagangan Madu di Pasar Domestik

Pasar domestic untuk produk madu terdiri dari konsumen perorangan dan Industri. Konsumsi perorangan menggunakan madu sebagai asupan gizi dan bahan makanan pengganti gula. Sedangkan Industri yang membutuhkan madu di antaranya untuk suplemen kesehatan, bahan  baku produk kecantikan, anti toksin, obat luka, dan bahan baku industri makanan dan minuman.

Beberapa tantangan dalam pemasaran produk madu hutan murni di dalam negeri yaitu :

  • Masih ada produk madu yang kurang higienis karena proses penyaringannya masih tradisional. Beberapa poin yang tercatat seperti cairan madu hutan terdapat kaki lebah dan kotoran sarang lebah.
  • Kandungan kadar air madu hutan yang dihasilkan masih sekitar 28 % padahal Industri mensyaratkan maksimum kadar air yaitu 22 %.
  • Harga suplai ke industri lebih murah daripada suplai ke konsumen langsung.
  • Persaingan harga madu hutan asli dengan madu campuran dan madu impor yang lebih murah.

Tinggalkan Balasan

BERKUALITAS, BERSAING, BAROKAH
Sekumpulan anak muda yang tertarik dan menggeluti dunia pertanian di derah Probolinggo. Berinovasi mengelola Sengon tumpang sari dengan rempah-rempah. Tidak berhenti disana, kami menganalisa, dan mendalami permasalahan pertanian dari mulai budidaya, penanganan pasca panen, pasar komoditas pertanian dan inspirasi bisnis pertanian sukses melalui tulisan dan video. Mimpi kami, menginspirasi pemuda Indonesia untuk bertani, petani untuk mensuplai komoditas berkualitas ekspor dan memandang pertanian sebagai bisnis yang harus dikelola secara professional.
Berlangganan Nandurwit via Email
Daftarkan emailmu dan dapatkan informasi terbaru dibidang pertanian, baik event, harga bibit terbaik, dll.
LOCATION
 Perum Leces Permai A No. 25 RT. 001 RW. 006
Leces Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Indonesia  +62822 3055 2930

Apabila Ada kendala dalam pembelian, Anda bisa melakukan pembeliannya via WhatsApp dengan 087 750 118 140 Dismiss

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.

Cart