No. HP Nandurwit: +62822 3055 2930

Peluang Usaha Bibit dan Benih

Benih dan bibit sangat diperlukan oleh Petani di Indonesia untuk kelanjutan siklus pertanian. Biasanya petani memiliki dua pilihan untuk mendapatkan biji (benih) atau bibit pohon yaitu menunggu pemerintah untuk melakukan distribusi benih/bibit; atau membeli bibit. Menggantungkan pada pemberian pemerintah secara rutin bukan pilihan yang tepat karena distribusinya tergantung pada anggaran provinsi dan rencana kerja pemerintah setempat. Bukan hanya itu saja pemberian pemerintah biasanya hanya satu jenis tanaman saja yaitu sesuai dengan peneliti dan penyuluh pertanian terhadap kecocokan lahan.

Adanya isu pengalihan hak pengelolaan lahan 21,7 juta hektar ke masyarakat. Lahan-lahan tersebut adalah lahan yang hak pengelolaannya diberikan kepada pihak swasta dengan berbagai peruntukan (perkebunan, hingga pabrik dan industri). Namun lahan tersebut tak dimanfaatkan optimal alias nganggur. Pemerintah melakukan pencabutan atas izin pengelolaan lahan nganggur tersebut ke masyarakat agar bisa dikelola lebih produktif seperti untuk pertanian dan perkebunan. Dengan demikian diperkirakan adanya peningkatan terhadap kebutuhan benih dan bibit untuk pertanian dan perkebunan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) berencana akan mengatur ulang Undang-Undang (UU) Pertanahan guna mengenakan pajak progresif kepada investasi tanah yang tidak dimanfaatkan. Tujuan Pemerintah adalah agar tanah tidak dijadikan komoditi untuk kepentingan segelintir orang sehingga harga tanah meroket. Dengan demikian diperkirakan adanya peningkatan terhadap alih fungsi lahan nganggur menjadi lahan produktif.

Produksi bibit di suatu daerah masih terbatas pada jumlah, sehingga hal ini menyebabkan harganya menjadi mahal. Selain jumlah hal lainnya adalah kurangnya sumber daya manusia yang melakukan penangkaran dan kurangnya jaringan/akses timbal balik antara penangkar dan petani. Selain itu adanya undang-Undang No.12/1992 mengenai sistem budi daya tanaman mengatakan bahwa hanya bibit yang bersertifikat dan memenuhi standar mutu pemerintah saja yang dapat dijual atau dipasarkan. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut di atas adalah melalui pelatihan dan berbagi pengetahuan mengenai pembibitan pohon, akses pemasaran bagi petani ke pedagang lokal atau penangkar dan memberikan pendampingan Administrasi dalam proses sertifikasi.

Proses pembesaran bibit dari benih tergolong mudah. Prosesnya dimulai dari benih dimasukkan dalam polybag ukuran 10 x 15 centimeter (cm) dengan lubang perforasi. Benih tersebut disiram pagi dan sore dan mendapat sinar matahari yang cukup. Setelah beberapa bulan, biasanya sudah muncul satu daun. Kemudian setelah menjadi bibit harus dipindahkan ke polybag yang ukurannya lebih besar, yakni 42,5 cm x 50 cm dengan lubang drainase. Mengajarkan pembibitan kepada masyarakat bisa menjadi solusi lapangan pekerjaan yang menguntungkan karena adanya permintaan pasar dan perputaran uangnya lebih cepat dibandingkan usaha budidaya.

Tinggalkan Balasan

BERKUALITAS, BERSAING, BAROKAH
Sekumpulan anak muda yang tertarik dan menggeluti dunia pertanian di derah Probolinggo. Berinovasi mengelola Sengon tumpang sari dengan rempah-rempah. Tidak berhenti disana, kami menganalisa, dan mendalami permasalahan pertanian dari mulai budidaya, penanganan pasca panen, pasar komoditas pertanian dan inspirasi bisnis pertanian sukses melalui tulisan dan video. Mimpi kami, menginspirasi pemuda Indonesia untuk bertani, petani untuk mensuplai komoditas berkualitas ekspor dan memandang pertanian sebagai bisnis yang harus dikelola secara professional.
Berlangganan Nandurwit via Email
Daftarkan emailmu dan dapatkan informasi terbaru dibidang pertanian, baik event, harga bibit terbaik, dll.
LOCATION
 Perum Leces Permai A No. 25 RT. 001 RW. 006
Leces Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Indonesia  +62822 3055 2930

Apabila Ada kendala dalam pembelian, Anda bisa melakukan pembeliannya via WhatsApp dengan 087 750 118 140 Dismiss

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.

Cart